Assalamu'alaikum...
oke ini adalah cerita jelajah yang kedua kalinya saya dengan mbak bro... oya sama seperti jelajah pertama, ini saya ambil dari URLnya mbak bro "http://ujuk2ngeblog.blogspot.com/2011/12/jelajah-part-2.html"....
Jelajah kedua ini sebenarnya jatuh tanggal 25 Desember 2011, tapi ada sesuatu halangan hingga akhirnya kita memutuskan untuk menunda jelajah "every sunday" (rencananya setiap minggu *inshallah)
Sabtu malam sebenarnya hawanya sudah mulai agak tidak bersahabat karena mendung menyelimuti malam dan bintang pun tak terlihat menghiasi malam, hanya satu dua bintang yang dapat terlihat diangkasa malam itu... alhasil hujan turun dan suasana jadi panas, tapi harapan untuk esok cerah tetap ada.
Pagi ternyata masih hujan... sempat reda (alhamdulillah), pagi-pagi mbak bro kirim sms, ya untuk memastikan apakah jadi atau tidak, ya saya putuskan untuk jadi tetap berangkat (tapi kalo cuaca semakin membaik). Tiba jam yang dijanjikan ternyata mendung semakin pekat dan hujan pun kembali turun... aku yang dalam perjalanan ke rumahnya mbak bro terkeroyok hujan padahal sudah hampir sampai rumahnya (hadeedeh). okelah ternyata kita sama-sama menunggu hujan reda, aku berteduh rumah orang, dan mbak bro otomatis nunggu dirumahnya sendiri, diteras depan rumah, katanya. Dan ketika sedikit reda, saya melanjutkan perjalanan menuju rumah mbak bro, eh tapi ga lama kemudian hujan lagi, ya saya berteduh lagi dirumah kosong di pinggir sawah.
Lama... lama dan lama... akhirnya mbak bro datang menjemput saya. hehe. Dirumah kosong itu akhirnya di sepakati kalau jelajah di undur sampai menemukan hari dengan matahari.
Tanggal 26 Desember 2011, senin... matahari nampak mempesona dengan sinarnya yang panas. Jam 10 berangkat dari rumah menuju gunung kidul.
Tempat pertama yang kami kunjungi untuk jelajah part #2 kali ini adalah air terjun sri gethuk, lihat saja papan petunjuk arah kalian pasti akan menemukannya dimana dua arah jalan satu ke arah pantai baron, sundak dan sekitarnya sedang satu arah lagi ke kompleks wisata air terjun dan gua. dari simpang dua tadi ditempuh sekitar 10km. Sesampai ditempat tujuan hanya membayar tiket Rp 5.000,- (Rp 2.000,-/ orang dan Rp 1.000,- parkir motor). dalam perjalanan menuju tempat wisata anda akan di suguhi oleh pemandangan gunung batu wonosari dan jalanan yang uuhhh luar biasa layaknya jalan tol yang penuh batu #majas ironi , hahahahaa... dalam perjalanan memang terasa sepi dan tidak tercium kalau banyak pengunjung datang, ehhh tiba disana ternyata yah banyak juga wisata yang datang.
Untuk menuju TKP, ada dua alternatif pilihan menuju air terjun (jalan kaki atau naik sampan).
Saat itu kami memilih untuk berjalan kaki(melewati jalan setapak di pematang-pematang sawah), huahahahaa... dijamin asik dan mak nyuss pokoknya :))
sampai disana... hhoho... alhamdulillah tidak mengecewakan air terjunnya. ya saya begitu menikmati... "tertunda untuk sesuatu yang indah"...
Sampai disana sekitar pukul 12 lebih (kurang lebih 2 jam perjalanan). Bermain air yah sekitar sampai pukul 2an, kita pulang menggunakan sampan, melewati sungai dengan airnya yang tenang berwarna hijau dan tebing batu karang yang menjulang serta hijaunya pohon menambah riuhnya suasana hening sekitar.
dan saya shalat dzuhur di masjid sekitar, tapi awalnya agak geleng-geleng sih soalnya mbak bro lagi PMS dan dia tetap mengiyakan untuk jelajah, ya saya ga tega dan ga mau saja kalo dia nantinya jatuh sakit. tapi aku ngomongnya kedia kalo saya ga mau kalo nantinya dia buat susah saya,.. haha tapi yasudah... dan pukul 14.30 lebih kita lanjutkan perjalanan, sebelumnya mampir mencari makanan (untuk mengisi perut), shalat asar dan lanjutkan perjalanan yang sempat salah jalan karna tidak memperhatikan papan petunjuk jalan, hoho. Tapi akhirnya pada jalan yang benar dan saya mulai memainkan setirnya untuk menuju pantai.
Sepanjang perjalanan yang penuh dengan pohon, hutan belantara (haha, lebay) terlewati dengan *wwwuuuusssssss begitu bunyinya karna target ingin ke dua pantai dengan waktu yang sempit. Pintu masuk pantai bayar tiket Rp 5.000,- parkir Rp 2.000,-.
Kita akhirnya memutuskan ke satu pantai saja dan itu pantai baron.
Sebetulnya saya sudah pernah ke pantai baron sudah 2 kali, pertama kali ketika waktu kelas 1 SMA ada studi dari sekolah SMA ku. Dan kedua kalinya dengan mas farid, abangku ishak basri, bang asril, mas adhit, dan teman-temannya mas farid yang lainnya.
Pukul 16.30 lebih sampai di pantai Baron, ternyata pengunjung disana masih banyak. Menikmati sedikit air pantai yang pasir pantainya berwarna coklat dan akhirnya memutuskan untuk naik ke bukit karang. (Hati-hati anak tangganya miring). Memilih menikmati matahari yang hampir tengelam dengan awan hitam disekelilingnya dan deburan ombak yang terus-terusan mencoba memecah kerasnya karang.
Sesekali kucoba teriak lepaskan beban yang ada di dada, mbak bro pun sama begitu, tapi mbak bro ga niat buat teriak, masa teriak kok pelan banget suaranya, tapi unik bangetlah pokoknya.
Ditempat ini lah kami putuskan untuk menanti sunset. Ya memang terlihat disana ada awan gelap menutupi matahari, meski secerca cahayanya terlihat samar, namun dibawah awan gelap tadi ada sebuah "space" dimana tidak ada awan gelap disana hanya awan bergelombang putih, dan pada waktunya, yaahh ternyata matahari yang setengah pulang ke peraduannya itu pun sedikit sukses kita lihat, terdengar tawa membahana aku dan mbak bro, terlihat sangat lega dan puas... untuk menghindari terlalu gelap di atas, maka setelah matahari tak terlihat lagi hanya cahaya yang masih menyala di ufuk barat, kami putuskan kembali ke parkiran, mbak bro lari sprint dan aku mengikuti dari belakangnya, rasanya luar biasa... ya "kalau bahagia itu jangan *maruk, kemaren bahagia tapi tak bisa lihat sunset, sekarang biasa tapi sedikit melihat sunset" begitu esok akan ada apalagi kita tidak tau. yang jelas"to be continue" wkwkwk. Shalat maghrib dan pulang. Mampir lagi shalat isya'...
sesampai di bukit bintang, alhamdulillah sedetik dua detik kita nikmati indahnya lampu kota yogya dari atas sana...
Tapi sampai perempatan jalan parangtritis, kami dihadang hujan deras sekali... aku pakai mantel didepan, dan mbak bro pake jaketku dan setengah mantelnya menutupiku.
sampai dirumahnya mbak bro pukul 20.30 , pamit ibu bapaknya mbak bro... awalnya aku agak takut sama bapaknya mbak bro, ternyata #kalem 86 hahaa... langsung aku pulang dan sampe rumah melaksanakan sarannya mbak bro, mandi dan keramas dan buat teh anget dan online sebentar dan ternyata ada mbak bro, hahaha... yahh begitulah untuk hari jelajah part #2 tetap ada kesan dan pesan disana...
Tapi sampai perempatan jalan parangtritis, kami dihadang hujan deras sekali... aku pakai mantel didepan, dan mbak bro pake jaketku dan setengah mantelnya menutupiku.
sampai dirumahnya mbak bro pukul 20.30 , pamit ibu bapaknya mbak bro... awalnya aku agak takut sama bapaknya mbak bro, ternyata #kalem 86 hahaa... langsung aku pulang dan sampe rumah melaksanakan sarannya mbak bro, mandi dan keramas dan buat teh anget dan online sebentar dan ternyata ada mbak bro, hahaha... yahh begitulah untuk hari jelajah part #2 tetap ada kesan dan pesan disana...
terucap terimakasih yang paling dalam untuk mu mbak bro... ya masih sama seperti jelejah pertama, ada rahasia dalam hati. pokoknya semua ini yang saya jalani denganmu saya begitu bahagia. semoga kita menjadi lebih baik dari sebelumnya apapun yang nanti terjadi di depan, tetap semangat 86!!
ini foto yang kuambil dan asli, original 100%
Dan cerita ini begitu sangat unik, karna cerita ini punya lanjutan cerita lagi... semua dari cerita jelajah 1,2 dan 3 membuatku ingin menangis bila mengingat.. menangis karna begitu bahagia dan sangat sangat begitu aku mensyukuri, sejujurnya aku selalu berharap agar semua ini tak kan pernah berakhir. hampir tak bisa terungkapkan dengan kalimat tentang kebahagiaan yang kurasakan, ada di dalam hati ini.... detik demi detik saat menjelang petang itulah puncak kebahagiaan, semua begitu berarti dari pagi hingga menjelang petang bagi ku semua berarti... aku tak ingin kehilangan. Ada pembalajaran di dalam cerita ini...
#tercipta sebuah cerita anugerah indah :)










Tidak ada komentar:
Posting Komentar